Sabtu, 04 Februari 2012

tata surya

Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari.
Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km,sedikit lebih kecil dari seperempat diameter Bumi. Ini berarti volume Bulan hanya sekitar 2 persen volume Bumi dan tarikan gravitasi di permukaannya sekitar 17 persen daripada tarikan gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari (periode orbit),dan variasi periodik dalam sistem Bumi-Bulan-Matahari bertanggungjawab atas terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap 29,5 hari(periode sinodik).
Massa jenis Bulan (3,4 g/cm³) adalah lebih ringan dibanding massa jenis Bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa Bumi.Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun. Bulan berada dalam orbit sinkron dengan Bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan Bulan saja yang dapat diamati dari Bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya.
Di bulan tidak terdapat udara ataupun air.Banyak kawah yang terhasil di permukaan bulan disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh.Di antara kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar di Bulan.
Bulan adalah satu-satunya benda langit yang pernah didatangi dan didarati manusia.Obyek buatan pertama yang melintas dekat Bulan adalah wahana antariksa milik Uni Sovyet, Luna 1, obyek buatan pertama yang membentur permukaan Bulan adalah Luna 2, dan foto pertama sisi jauh bulan yang tak pernah terlihat dari Bumi, diambil oleh Luna 3, kesemua misi dilakukan pada 1959. Wahana antariksa pertama yang berhasil melakukan pendaratan adalah Luna 9, dan yang berhasil mengorbit Bulan adalah Luna 10, keduanya dilakukan pada tahun 1966.
Program Apollo milik Amerika Serikat adalah satu-satunya misi berawak hingga kini, yang melakukan enam pendaratan berawak antara 1969 dan 1972.
Setelah mengetahui apa itu “Bulan” secara lengkap,mari kita mengetahui apakah fungsi Bulan bagi Bumi kita ini
Pertama
Fungsi satelit alami (bulan) secara tidak langsung bagi planet induk adalah melindungi planet induk dari hantaman benda langit seperti komet dan asteroid.
Namun tergantung juga seberapa besar massa dan size satelit. Semakin besar massa dan size, maka semakin besar perlindungan yang diberikan.
Tentunya massa dan size relatif harus jauh lebih kecil dari planet, jika mendekati, maka akan lebih terlihat seperti double planet.
Satelit alami juga dapat mengontrol kecepatan rotasi suatu planet karena efek gravitational tidal wave. Namun efek ini tidak begitu memberikan suatu keuntungan atau kekurangan.
Dalam sejarah bumi, efek ini memberikan keuntungan kepada bumi, karena menurut simulasi dan perhitungan fisika, bulan melambatkan kecepatan rotasi bumi sejak terbentuknya bulan dimana bumi berotasi secara cepat sekali (bumi juga melambatkan kecepatan rotasi bulan). Maka itu setiap hari rotasi bumi semakin lambat dan bulan – seperti yang kita lihat – rotasinya sudah berhenti menjadi sama dengan period revolusinya.
Bulan terbentuk diduga dari hantaman object sebesar mars kepada bumi, pentalan massa membentuk bulan, hasil momentum hantaman membuat rotasi bumi menjadi sangat cepat. Bulan melambatkan rotasi bumi.
Kedua
Fungsi bulan yakni menyeimbangkan perputaran siklus dari air laut dimana pada posisi bulan searah tangensial dengan bumi maka arus yang terjadi bisa mengakibatkan pasang air laut. fungsi yang lain yakni supaya arah meteor yang akan langsung kebumi sedikit di blok melalui grafitasi bulan serta gaya magnetik bulan.
Bila bumi tidak mempunyai bulan maka Secara otomatis kita akan merasakan efek dari ultraviolet matahari secara langsung serta mungkin semakin seringnya bumi dihantam meteor.
Dan inilah efeknya jika bumi tanpa bulan
Kehidupan akan dipenuhi migrasi dan sikulis siang-malam akan lebih pendek siklus. Pasang besar yang dihasilkan bulan akan meluluhlantakkan blok kimia pembangun kehidupan dari tanah ke laut.
Selain itu, gelombang besar tersebut juga akan membantu ‘membangkitkan sup primordial,’ papar profesor fisika Neil Comins di University of Maine.
Gravitasi bulan membantu memperlambat rotasi bumi dari sehari enam jam lebih awal menjadi 24 jam.
Tak hanya itu, gravitasi bulan juga membantu menstabilkan kemiringan sumbu Bumi serta menenangkan musim. Bentuk-bentuk kehidupan di Bumi tanpa berbulan akan memiliki pola aktivitas yang berbeda karena siang dan malam yang pendek
Makhluk-makhluk yang tinggal di Bumi pun harus lebih sering bermigrasi untuk mengatasi perubahan iklim yang ekstrem. Tak adanya bulan juga akan mempengaruhi kehidupan dengan cara yang kurang penting. Termasuk, Anda tak bisa menikmati es krim beku
Bumi berputar mengitari garis khayal yang disebut sumbu atau poros. Perputaran bumi pada porosnya disebut rotasi. Sekali berotasi bumi membutuhkan waktu 24 jam, atau disebut satu hari. Karena bumi berotasi maka daerah tertentu di permukaan bumi tidak terus-menerus menghadap matahari. Bagian bumi yang menghadap matahari akan mengalami siang dan bagian lain yang membelakangi matahari mengalami malam. Belahan bumi bagian timur lebih dahulu menghadap matahari dibandingkan belahan bumi bagian barat. Oleh karena itu, orang yang tinggal di Irian Jaya lebih dulu mengalami pagi dibandingkan orang yang tinggal di Kalimantan, apalagi orang yang tinggal di Aceh. Bumi berevolusi pada garis edar yang teratur. Garis edar ini disebut orbit. Satu tahun di bumi adalah waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari pada orbitnya satu kali putaran, yaitu selama 365,25 hari. Waktu untuk berevolusi disebut juga kala revolusi. Dengan demikian 1 tahun adalah 365 hari, dengan setiap 4 tahun sekali ada 366 hari yang disebut tahun kabisat. Pada tahun kabisat umur bulan Februari 29 hari.
2. Perubahan musim




Kemiringan sumbu bumi pada saat berotasi menyebabkan terjadinya perbedaan penyinaran cahaya matahari. Hal ini mengakibatkan perbedaan lamanya siang dan malam serta menimbulkan perbedaan musim di berbagai daerah di permukaan bumi. Sekitar  tanggal 21 Juni belahan bumi utara mengalami musim panas karena lebih condong ke arah matahari sehingga menerima cahaya matahari lebih banyak. Sekitar tanggal 21 atau 22 Desember belahan bumi selatan mengalami musim panas, sedangkan belahan bumi utara mengalami musim dingin. Saat belahan bumi condong menjauhi matahari, belahan bumi tersebut mengalami musim dingin.
 3. Gerakan bulan
Bulan berotasi pada porosnya, berevolusi mengitari bumi dan bersama-sama dengan bumi mengelilingi matahari. Waktu yang dibutuhkan bulan untuk satu kali berevolusi sekitar 27,3 hari, disebut kala revolusi sideris (satu bulan sideris). Tetapi karena bumi juga bergerak searah gerak bulan, maka menurut pengamatan di bumi waktu yang dibutuhkan bulan untuk melakukan satu putaran penuh menjadi lebih panjang dari kala revolusi sideris, yaitu sekitar29,5 hari. Kala revolusi ini disebut kala revolusi sinodis (satu bulan sinodis). Kala revolusi sinodis dapat ditentukan melalui pengamatan dari saat terjadinya bulan baru sampai bulan baru berikutnya. Satu bulan sinodis digunakan sebagai dasar penanggalan Komariyah (penanggalan Islam). Jika kamu perhatikan dari bumi, bentuk bulan ternyata tidak tetap. Suatu saat berbentuk bundar, setengah lingkaran, lebih dari setengah lingkaran, seperti sabit, atau kadang-kadang tidak terlihat sama sekali. Bentuk bulan yang berubah-ubah itu dikenal sebagai fase-fase bulan. 
4. Fase-fase bulan
Bulan tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari matahari. Bagian bulan yang dapat kita lihat hanyalah bagian yang mendapat cahaya matahari dan dipantulkan ke bumi. Karena bulan berevolusi, maka bagian bulan yang memantulkan cahaya matahari diterima ke bumi berubah-ubah.

5. Gerhana matahari dan gerhana bulan
Bumi selalu berotasi pada porosnya dan berevolusi terhadap matahari. Sementara bulan berotasi pada porosnya, berevolusi pada bumi, dan bersama-sama bumi mengitari matahari. Karena gerakan ini, suatu saat bumi, bulan, dan matahari terletak pada satu garis lurus.
a. Gerhana matahari, terjadi jika posisi bulan terletak antara bumi dan matahari, seperti. Akibatnya bulan membentuk bayangan di bumi, sehingga orang yang tinggal di belahan bumi tersebut tidak dapat melihat matahari. Ukuran bulan lebih kecil dari ukuran matahari, karena itu hanya sebagian kecil permukaan bumi yang benar-benar ditutupi bayangan bulan dan sama sekali tidak mendapatkan cahaya matahari. Daerah ini mengalami gerhana matahari total.
b. Gerhana bulan, terjadi saat matahari, bumi, bulan terletak satu garis lurus. Saat gerhana bulan, bumi terletak di antara matahari dan bulan, sehingga cahaya matahari mengenai bumi dan tidak sampai di bulan. Akibatnya bulan tidak memantulkan cahaya sama sekali ke bumi. Keadaan ini disebut gerhana bulan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar