Mengungkapkan Rahasia
Sungai Larangan
Halaman rumah Pak Lurah sudah banyak orang berkumpul. Beberapa Hansip tampak sibuk mengatur peralatan untuk memberikan pertolongan pada cucu nenek juriah beserta temannya.
“Wah,beraninya anak-anak kecil itu ya”, kata Pak Diman memecahkan kekakuan suasana.
“Ya……..ya…Kita saja orang-orang tua tak pernah berani mandi di sungai larangan itu”, jawab Pak Tohir.“jangan – jangan berita hantu sungai itu hanya berita untuk menaku-nakuti penduduk sini”, sela Pak Jayus.
“Dasar brensek! “Berani kita ditipu pak, nanti kalau hantunya tertangka akan ku seret keliling desa”, ancam Pak Tohir karena geramnya terhadap penjahat hantu sungai.
“Hai bapak-bapak……, mari kita segera berangkat ke sungai larangan”, perintah Pak Lurah.“siapkan tali dan juga baterai jangan lupa dibawa”, seorang Hansip mengingatkan.“apa perlu membawa senjata tajam pak”? usul seorang penduduk.“jangan, tapi kalau pentungan kayu bisa untuk berjaga-jaga”. Jawab Pak Lurah.
“Kita menyebar, Setelah dirasakan cukup, rombongan penduduk desa segera berangkat menuju sungai larangan. Rombongan penduduk merasa tertantang untuk mengungkapkan rahasia hantu Sungai larangan yang selama ini tak pernah mereka datangi.Suasana di sungai larangan waktu itu tampak sangat ramai.bahkan ada juga ibu-ibu dan anak-anak ikut bersama rombongan itu. Waktu kira-kira pukul 09.00, sinar matahari sudah terasa panas menyengat kulit.
Kita menyebar, Pak Banjar tunggu dekat mulut gua,” kata Pak Jidan.
“dor..dorrrrrrrrrr…!”, suara letusan senjat api mengejutkn pak jidan dan teman-teman lainnya.
“Ha.ha.ha……..haa…………. kalau ingin anak-anak ini hidup maka serahkan dirimu dan buang senjatamu”, ancam penjahat itu. Pak Jidan dan temannya menyerahkan diri serta membuang senjatanya. Kedua orang itu digiring menuju ruang tawanan yang tak lain adalah gudang. Saat keduanya digiring, pada tempat yang agak gelap Pak Jidan memukul penjahat itu tepat pada tangan yang mermegang senjata, tak ayal lagi senjatanya terlepas dan terpenjal. Terjadilah duel antara Pak Jidan dengan penjahat itu.
Pak Harson seorang Polisi yang bertugas di Kecamatan segera menyiapkan beberapa anggota untuk menuju tempat kejadian perkara.Rombonga petugas kepolisian segera meluncur ke Desa Randudongkal tempat tinggal nenek juriah dan sungai larangan tempat terjadinya perkara. Dengan hati-hati Pak Harson dan kawannya masuk ke dalamn gua. Pak Jamin menerangi dengan baterai. Disudut ruangan ada seorang sedang terduduk dengan mengusap-usap matanya.
“angkat tangan.! Perintah Sersan Harson.“Ampun…..Pak, ampun Pak, saya cuma sendiri Pak…”, penjahat itu merintih minta ampun.
“ Kopral Jamin……. cepat borgol orang ini”, perintah Pak Harson.
Kemudian mereka menyelidiki ruangan tempat menyimpan barang-barang dan tempat menyekap anak-anak. Pak Harson dan anggotanya segera menyelamatkan anak-anak yang telah disekap. Kemudian mereka segera keluar sambil membawa seorang penjahat yang tertangkap dan satu karung ganja kering.
Setelah sampai dirumah Pak Lurah, anggota penjahat itu segera dimasukkan ke ruangan kepala desa.
“siapa namamu?” tanya Pak Lurah. “Parjo pak”. Jawab penjahat itu. “ Berapa jumlah anggota komplotanmu?” sambung pak lurah. “empat orang Pak”, jawabnya.
“sekarang kemana mereka?”. Maa…….af Pak, saya tidak tahu”, jawab Parjo.
“pak.plaaakkk…….!” seorang Hansip melayangkan pukulannya kemuka Parjo.“Ya.sudah, sekarang terserah Pak Harson dan anak buah.
Silahkan Pak Harson”, Pak lurah menyerahkan penjahat itu kepada pihak kepolisian.
“Terima kasih………Pak Lurah”, jawab Pak Harson.“Pak Jamin..! panggil Pak Harson.
“Siaaap.paakkk……..! jawab Pak Jamin.“Cepat kita bawa penjahat ini ke Polsek”.
“siaaap………pak! Perintah dilaksanakan”, jawab Pak Jamin sambil membawa penjahat.
Akhirnya Desa tersebut kembali damai dan tentram karena tidak ada lagi yang penjahat yang akan memcuri anak-anak desa tersebut.
Reveal The Secret River
Prohibition
Mr. headman page had a lot of people get together.S ome guards look busy set of equipment to provide assistance in juriah grandson and his friends.
"Well, how dare the little children!!", said Mr. Diman break the ice.
"Ya ........ ya ...We're just old people never dare to bathe in the river ban, "said Mr. Tohir."Do not do news the river was just a ghost story to scare people to menaku here," interrupted Mr. Jayus."Basic brensek! "How dare we be deceived, then if his ghost tertangka would drag me around the village", warned Mr. Tohir because he growled against criminal ghost river.
"Hi...! gentlemen……., let's immediately go to the river ban, "Mr. Ward command."Prepare the rope and batteries also do not forget to carry",a security warned. "what needs to bring a sharp weapon, sir"? suggestion of a resident. "do not, but if it sticks to wood just in case". Said Mr. Ward.
"We spread out, After felt enough, a group of villagers set off to River restrictions. Group of people feel challenged to reveal ban secret ghost River that during this they never attended.The atmosphere in the river ban time it seemed very crowded. even some mothers and children participate with the group. Approximately at 09.00 am,the sun was hot stinging skin.
We spread out, Mr. Banjar wait the mouth of the cave, "said Mr. Jidan.
"Dorr .. dorrrrrrrrrr ...!" startling sound of gunfire Mr. Jidan and other friends.
"Ha.ha.ha haa ........ ............. if you want these children to live then submit yourself and throw your weapon ",warned criminals. Mr. Jidan and surrendered his and dispose of the weapon. The two men were escorted to the room that no other prisoners are shed. When they were led, on a rather dark place Mr. Jidan hit it right on the hands of criminals whomermegang weapons, no doubt the gun apart. There was a duel between Mr. Jidan with criminals.
Mr. Harson is a cop on duty in District to prepare some members to get to the scene. Rombonga policeofficers immediately drove to the village of Randudongkal juriah grandmother's residence and cases where the prohibition of the river. By carefully Harson and his friend Mr. dalamn enter the cave. Ensure light with battery pack. Corner of the room No one is sitting by rubbing his eyes. "Raise your hand.! Command Sergeant Harson."Please .....Sir, dear sir, I only own sir ... ", criminals whimpered for mercy. "Corporal Jamin ....... These people quickly handcuffs ", Pak orders Harson. Then they investigate the room in which to store goods and place of holding the children. Mr. Harson and rescue members children who have been imprisoned. Then they come out soon while bringing a criminal who was caught and a sack of dried marijuana.
After reaching home Mr. Ward, criminals were immediately put to the village head room. "What's your name?" Said Mr. Ward. "Parjo pack". Criminals accountable. "How many members komplotanmu?" Continued Mr. headman. "Four Pak", he said. "Now where are they?". Sorry ....... sir, I do not know ", replied Parjo.
"Pak.plaaakkk .......!" Security cast a punch Parjo come forward. "It is up to now Mr. Harson and his friends”.
After reaching home Mr. Ward, criminals were immediately put to the village head room. "What's your name?" Said Mr. Ward. "Parjo pack". Criminals accountable. "How many members komplotanmu?" Continued Mr. headman. "Four Pak", he said. "Now where are they?". Sorry ....... sir, I do not know ", replied Parjo.
"Pak.plaaakkk .......!" Security cast a punch Parjo come forward. "It is up to now Mr. Harson and his friends”.
Please sir Harson ",Mr. headman handed thief to the police. "Thank you ......... Mr. Ward", said Mr. Harson. "Mr. Jamin ..! Call Pak Harson.
"Readddyyy komander........! said Jamin. "Sooner we bring these criminals to the Police". "reaadddyyyyyy…….Mr.! Warrant is executed ", said Mr. Jamin, carrying criminals. The village eventually return peace and peaceful because there is no more a villain who will memcuri the village children.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar