Sabtu, 04 Februari 2012

ipa


sistem pernafasan

A. ALAT PERNAFASAN MANUSIA & HEWAN
Anak-anak, masih ingatkah kalian bahwa salah satu ciri makhluk hidup itu bernafas ?
Bernafas/ Proses Pernafasan/ RESPIRASI artinya : memasukkan/menghirup gas oksigen (O2) kemudian mengeluarkan gas karbondioksida (CO2) dan uap air melalui paru-paru. Oksigen yang kita hirup ini digunakan tubuh untuk mengubah zat makanan menjadi tenaga.
Reaksi :
Karbohidrat + Oksigen (O2) energi + Air (H2O) + Karbondioksida (CO2)

A. Alat Pernafasan
1. Alat pernafasan Manusia
Alat pernafasan makhluk hidup berbeda-beda atau bervariasi sesuai dengan tempat hidupnya (habitat). Alat pernafasan MH di darat berbeda dengan alat pernafasan MH yang hidup di air.
Alat pernafasan utama pada manusia adalah paru-paru.
ü Paru-paru terletak di dalam rongga dada di atas diafragma (= sekat antara rongga dada dan rongga perut)
ü Dilindungi oleh tulang dada dan tulang rusuk
ü Paru-paru ada 2 : paru-paru kanan yang mempunyai 3 gelambir (atas, tengah, bawah) dan paru-paru kiri yang mempunyai 2 gelambir (atas dan bawah)
ü Paru-paru dibungkus oleh selaput tipis disebut PLEURA, dan diantara 2 selaput tipis pembungkus paru-paru ada cairan getah bening atau limfa berfungsi untuk melindungi paru-paru dari gesekan ketika berkembang kempis
ü Urutan udara masuk ke paru-paru :
Udara di lingkungan – Hidung – Tenggorokan (laring – trakea) – Bronkus (cabang tenggorokan) – bronkeolus – Alveolus (Paru-paru)
ü Di dalam hidung terdapat rambut dan lendir yang berfungsi untuk menyaring udara agar bebas dari kotoran. Di dalam hidung juga terjadi penyesuaian suhu dan kelembaban
ü Pertukaran antara O2 dan CO2 terjadi di alveolus (gelembung paru-paru)
ü Pernafasan ada 2 : pernafasan dada (= pernafasan antar tulang rusuk) dan pernafasan perut (= pernafasan menggunakan diafragma)
ü Urutan udara dari paru-paru saat dihembuskan keluar :
Udara sisa pernafasan dari paru-paru – Bronkus – Trakea – Laring – Hidung – Lingkungan

2. Alat pernafasan Hewan
Alat pernafasan hewan bermacam-macam, ada yang bernafas dengan paru-paru, insang, trakea, dan kulit. Beberapa contoh alat pernafasan pada hewan :
a. Hewan bersel satu (protozoa)
Hewan bersel satu hanya mempunyai satu sel, oleh karena itu seluruh proses kehidupan dilakukan di dalam sel tersebut. Hewan bersel satu sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Hewan ini hidup di tempat-tempat berair, misal danau, sungai, laut, tanah basah.
Hewan bersel satu bernafas melalui seluruh permukaan tubuhnya
Pada saat hewan ini bernafas, oksigen (O2) masuk dan karbondioksida (CO2) keluar melalui permukaan tubuh secara difusi, yaitu O2 masuk dan CO2 keluar dengan cara menembus dinding sel yang tipis. Contoh hewan bersel satu adalah Amuba, Euglena dan Paramaecium
b. Cacing
Kulit cacing mengandung banyak kelenjar, kelenjar tersebut menghasilkan lendir. Dengan adanya lendir, kulit cacing selalu dalam keadaan basah dan licin. Melalui kulit yang basah ini, cacing menyerap oksigen serta mengeluarkan karbondioksida dan uap air secara difusi.
Cacing bernafas melalui permukaan kulitnya
c. Serangga
Serangga termasuk hewan berbuku-buku. Sebagian besar serangga hidup di darat. Contoh serangga adalah jangkrik, kupu-kupu, belalang, nyamuk, lalat, semut, laron, kecoak. Alat pernafasan serangga yang hidup di darat berbeda dengan yang hidup di air.
Serangga bernafas dengan trakea
Trakea adalah suatu sistem alat pernafasan yang terdiri atas pembuluh-pembuluh yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang-cabang ini bermuara di stigma (spirakel). Stigma merupakan lubang keluar masuknya udara. Pada trakea terdapat kantong udara kantong hawa, yang berfungsi menyimpan udara yang masuk untuk sementara waktu.
Serangga yang hidup di air, misalnya jentik-jentik nyamuk mempunyai alat bantu pernafasan, yaitu tabung pernafasan yang menghubungkan dengan trakea.
d. Ikan
Ikan hidup di air rawa, sungai, laut, kolam, danau.
Ikan bernafas dengan insang
Pernafasan ikan berlangsung 2 tahap :
Ø Tahap I (Tahap Pemasukan) : pada tahap ini mulut ikan membuka dan tutup insang menutup sehingga air masuk rongga mulut, kemudian menuju lembaran insang, disinilah oksigen yang larut dalam air diambil oleh darah, selain itu darah juga melepaskan karbondioksida dan uap air.
Ø Tahap II (Tahap Pengeluaran) : mulut menutup dan tutup insang membuka sehingga air dari rongga mulut mengalir keluar melalui insang. Air yang dikeluarkan ini telah bercmpur dengan CO2 dan uap air yang dilepaskan darah
Untuk ikan yang hidup di lumpur seperti ikan lele, gabus, betok, pada insangnya terdapat banyak lipatan yang disebut LABIRIN
Ikan juga mempuyai gelembung renang yang berfungsi untuk :
1. menyimpan oksigen’
2. membantu gerakan ikan naik turun
e. Amfibi
Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di air dan di darat, misalnya katak. Hampir semua amfibi memulai hidupnya di air kemudian mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) untuk dapat hidup di darat.
Katak – telur – berudu – katak berekor – katak muda – katak dewasa
Berudu bernafas dengan insang
Di air katak bernafas dengan kulit, di darat bernafas dengan paru-paru
f. Repilia
Reptilia disebut juga hewan melata, contohnya buaya, kadal, ular, kura-kura, komodo dan cicak
Reptilia bernafas dengan paru-paru
g. Burung
Burung bernafas dengan paru-paru
Selain paru-paru, alat pernafasan burung dilengkapi dengan alat bantu, yaitu hidung, trakea, bronkus dan pundi-pundi udara (kantong-kantong hawa). Pundi-pundi udara adalah kantong selaput yang ringan yang berfungsi :
Ø Menyimpan udara
Ø Mempermudah burung terbang
Ø Memperkeras suara atau kicauan burung
Ø Memperkecil berat jenis keitika terbang atau berenang
Ø Mengurangi kehilangan panas tubuh yang berlebihan
pundi-pundi udara (kantong-kantong hawa) terletak di:
1. pangkal leher
2. ruang dada bagian depan
3. ruang dada bagian belakang
4. rongga perut
5. ketiak
h. Mamalia
Mamalia disebut juga hewan menyusui karena hewan betina dari kelompok ini menyusui anaknya, contohnya kambing, sapi,kerbau, kuda, kucing, tikus. Hewan mamalia yang hidup di air adalah ikan paus dan lumba-lumba.
Hewan mamalis bernafas dengan paru-paru

B. Dampak Polusi Udara
Udara yang baik bagi kesehatan adalah udara yang bersih dan banyak mengandung banyak oksigen. Udara bersih adalah udara yang bebas dari pengotor atau zat-zat yang dapat meracuni tubuh, dan udara ini dapat ditemukan di daerah yang jauh dari kegiatan industri dan lalu lintas kendaraan bermotor dan juga banyak ditumbuhi pohon.
Dengan bertambahnya jumlah penduduk, pengetahuan dan teknologi bertambah maju, banyak pendirian pabrik, pembuatan mobil akibat kemajuan teknologi, maka menimbulkan dampak buruk.
Dampak buruk tersebut diantaranya adalah polusi udara yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, diantaranya banyak gas yang membahayakan kesehatan kita seperti gas monoksida, belerang oksida, nitrogen oksida, dan diperkirakan ada 200 juta ton kotoran terhambur ke udara (94,6 juta ton dari kendaraan bermotor), asap rokok, sehingga udara menjadi panas, orang menjadi sesak nafas dan timbul penyakit saluran pernafasan yang dapat menyebabkan kematian.
Jika debu dalam udara terlalu banyak, udara menjadi tercemar, dan apabila kita hirup mengakibatkan sesak nafas dan batuk-batuk. Bila debu membawa bibit penyakit dapat menimbulkan penyakit saluran pernafasan sehingga kalau ini terjadi dalam waktu yang lama maka akan merusak paru-paru. Demikian pula asap rokok dapat menimbulokan kanker paru-paru, asap kendaraan bermotor, asap pabrik (bahan bakar minyak bumi) dapat menimbulkan bronkitis pada anak-anak usia 2 – 3 tahun. Maka dari itu perlu adanya usaha untuk melindungi diri dari polusi udara, diantaranya menutup hudung dengan telapak tangan, sapu tangan, atau masker yang lain.
Pencegahan polusi udara dengan :
1. pendirian pabrik di usahakan di tempat yang jauh dari pemukiman penduduk
2. cerobong parik dan knalpot kendaraan bermotor diberi penyaring/filter
3. penggunaan mobil pribadi dibatasi
4. tidak membakar sampah sembarang
5. tidak merokok sembarang, dll



Apa saja penyakit saluran pernafasan itu ?

Nama penyakit
Bentuk Gangguan Pada Alat Pernafasan
Penyebab
asma
penyempitan saluran pernafasan pada bronkus
alergi, misalnya debu dan asap yang mengganggu
bronkitis
peradangan pada bronkus
masuknya virus, debu, atau zat halus yang berbahaya
bronkopneumonia
infeksi pada bronkiolus hingga alveolus
menghirup zat beracun, debu, bakteri
diptheria
menyerang rongga hidung dan tenggorokan
bakteri
influenza
menyerang trakea
virus
pleurisy
peradangan selaput yang menyelimuti paru-paru
infeksi sebagai akibat samping pneumonia atau TBC
pneumonia
radang paru-paru
bakteri, virus, jamur, zat kimia

Makhluk hidup memiliki organ di dalam tubuhnya yang memiliki fungsi tertentu,salah satunya adalah alat untuk bernapas. Ikan mas koki yang terdapat di awal babbernapas dengan menggunakan insang. Setiap makhluk hidup memiliki alatpernapasan yang berbeda-beda. Tahukah kamu alat pernapasan yang terdapat padamanusia? Selain alat pernapasan, pada makhluk hidup juga terdapat organ lainnya,seperti alat pencernaan makanan dan alat peredaran darah.
A.Alat Pernapasan pada Manusia dan Hewan
Salah satu ciri makhluk hidup adalah bernapas. Bernapas merupakan prosespengambilan oksigen (O
2
) dari udara bebas dan pengeluaran karbondioksida (CO
2
)serta uap air (H
2
O). Oksigen merupakan zat yang diperlukan oleh tubuh dalamproses pembakaran zat makanan. Pada proses ini dihasilkan sejumlah energi yangnantinya digunakan untuk melakukan aktivitas kehidupan.
1.Alat Pernapasan pada Manusia
Alat-alat pernapasan pada manusia terdiri dari rongga hidung, pangkaltenggorok, tenggorok (trakea), dan paru-paru. Proses pernapasan pada manusiaberawal dari masuknya udara bebas ke dalam hidung. Di dalam hidung, udaramengalami penyaringan sehingga debu atau kotoran yang berasal dari udaratidak dapat masuk. Penyaringan ini dilakukan oleh rambut hidung dan selaputlendir. Selain mengalami proses penyaringan, udara yang masuk ke dalamhidung juga mengalami penyesuaian suhu dan kelembapan.


Dari rongga hidung, udara masuk ke tenggorok. Tenggorok atau trakeamemiliki fungsi sebagai tempat lewatnya udara pernapasan.

Tenggorok bercabang dua, satu menuju paru-paru kanan dan yang lain menujuparu-paru kiri. Cabang tenggorok ini disebut
bronkus 
. Di dalam paru-parubronkus bercabang-cabang lagi yang disebut
bronkiolus 
. Pada ujung bronkiolusterdapat
alveolus 
yang merupakan gelembung-gelembung halus berisi udara.Udara masuk ke paru-paru karena dua hal. Pertama karena kontraksi ototantartulang rusuk, sehingga tulang rusuk terangkat. Kedua karena kontraksiotot sekat rongga dada (diafragma), sehingga diafragma mendatar.Terangkatnya tulang rusuk dan mendatarnya diafragma mengakibatkan ronggadada membesar. Membesarnya rongga dada diikuti mengembangnya paru-parusehingga udara masuk ke paru-paru. Perhatikan Gambar 1.2 berikut!

Sumber:
Microsoft Students 2006 
Gambar 1.2
Cara pemasukan udara ke dalam paru-paru 
Udara keluar dari paru-paru juga karena dua hal. Pertama, karenamengendurnya otot antartulang rusuk, sehingga tulang rusuk turun. Keduakarena mengendurnya otot diafragma sehingga diafragma melengkung. Turunnyatulang rusuk dan melengkungnya diafragma mengakibatkan rongga dadamengecil. Mengecilnya rongga dada diikuti mengempisnya paru-paru, sehinggaudada keluar dari paru-paru.

Bagian-bagian Rangka Tubuh Manusia
Rangka manusia terdiri dari dua macam tulang, yaitu tulang keras dan rawan. Jumlah tulang keras manusia dewasa adalah 206 tulang. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan jumlah tulang bayi. Bayi yang baru lahir memiliki lebih dari 300 tulang. Penyusutan jumlah tulang orang dewasa disebabkan terjadinya penyatuan. Tulang-tulang berhubungan satu sama lain membentuk sistem rangka. Rangka manusia terbagi atas rangka kepala, rangka badan, rangka anggota gerak, dan sendi.
a. Rangka Kepala 
Rangka Kepala Manusia
Rangka kepala dikenal juga dengan nama tengkorak. Rangka tulang kepala berbentuk bulat, disusun oleh tulang-tulang yang berbentuk pipih. Tulang-tulang ini bersatu membentuk sendi, tetapi tidak dapat digerakkan. Hanya tulang rahang bawah saja yang dapat digerakkan. Tulangnya keras gunanya untuk melindungi otak. Otak merupakan bagian tubuh manusia yang amat penting dan sangat lunak. Berdasarkan letaknya, rangka kepala dibagi menjadi dua. Ada rangka tengkorak wajah dan tempurung kepala.
  • Tulang tengkorak bagian depan (wajah). Tulang wajah terdiri atas 13 tulang, yaitu: 2 tulang rahang atas, 2 tulang rahang bawah, 2 tulang pipi, 2 tulang mata, 2 tulang hidung, 1 tulang pangkal lidah, dan 2 tulang langit-langit
  • Tulang tengkorak bagian belakang (tempurung kepala). Tulang tempurung kepala terdiri atas 8 tulang, yaitu: 1 tulang dahi, 2 tulang ubun-ubun, 1 tulang tengkorak belakang, 2 tulang pelipis, dan 2 tulang baji 
b. Rangka Badan 
Rangka Badan Manusia
Rangka badan berfungsi melindungi bagian tubuh yang penting, misalnya jantung, paru-paru, hati, lambung, dan ginjal. Tanpa adanya rangka badan, organ tubuh tidak dapat berfungsi. Tulang-tulang penyusun rangka badan terdiri atas banyak tulang. Ada tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk. Ada juga tulang gelang bahu dan gelang panggul.
  • Tulang belakang. Sambungan antartulang ini dapat digerakkan. Tulang belakang berjumlah 33 ruas tulang yang terdiri atas: 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang (bersatu), 4 ruas tulang ekor (bersatu)
  • Tulang dada. Sambungan tulang-tulang ini tidak dapat digerakkan. Tulang dada terdiri atas: Tulang dada, Tulang badan, dan Tulang pedang-pedangan
  • Tulang rusuk. Sambungan tulang-tulang ini dapat digerakkan. Tulang rusuk berjumlah 12 pasang yang terdiri atas: 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang
  • Tulang gelang bahu, terdiri atas: 2 tulang selangka, dan2 tulang belikat
  • Tulang gelang panggul, terdiri atas: 2 tulang usus, 2 tulang kemaluan, dan 2 tulang duduk
c. Rangka Anggota Gerak

Rangka anggota gerak berfungsi untuk melakukan banyak gerak. Rangka anggota gerak dibedakan atas dua macam. Ada rangka anggota gerak atas dan bawah. Gerakan pada rangka anggota gerak atas (rangka tangan) dan rangka anggota gerak bawah (rangka kaki) berbeda-beda.
    Rangka Tangan Manusia
  • Rangka anggota gerak atas (rangka tangan), terdiri atas: 2 tulang lengan atas, 2 tulang hasta, 2 tulang pengumpil, 2 x 8 tulang pergelangan tangan, 2 x 5 tulang telapak tangan, dan 2 x 14 tulang ruas jari
 






    Rangka Kaki Manusia
  • Rangka anggota gerak bawah (rangka kaki), terdiri atas: 2 tulang paha, 2 tulang kering, 2 tulang betis, 2 x 7 tulang pergelangan kaki, 2 x 5 tulang telapak kaki, dan 2 x 14 tulang ruas jari Bagian-bagian rangka tubuh manusia di atas bekerja saling mendukung. Tidak ada satu bagian tubuh pun dapat berdiri sendiri. Semua bagian tubuh saling bekerja sama menunjang kehidupan. Tidak terkecuali rangka tubuh kita. Hal ini karena rangka sangat penting bagi tubuh kita.
Rangka tubuh dapat digerakkan karena bersambungan satu sama lain. Penghubung antartulang disebut sendi. Rangka manusia memiliki beberapa sendi sebagai berikut.
  • Sendi Engsel. Dinamakan sendi engsel karena cara kerjanya seperti engsel pintu. Sendi engsel hanya dapat digerakkan satu arah saja seperti sendi pada siku tangan dan lutut kaki.
  • Sendi Putar. Sendi putar terdapat pada pertemuan antara tulang pemutar dan atlas. Tulang atlas adalah ruas pertama pada tulang leher. Sendi ini juga terdapat di antara tulang hasta dan pengumpil. Pada sendi putar, tulang yang satu berputar mengelilingi tulang lain. Tulang lainnya bertindak sebagai poros.
  • Sendi Peluru. Sendi peluru dapat digerakkan ke segala arah. Sendi peluru menghubungkan tulang lengan atas dengan gelang bahu. Ujung tulang lengan atas bersambungan dengan tulang bermangkok gelang bahu.
  • Sendi Geser. Sendi geser terdapat pada tulang-tulang pergelangan kaki dan tangan. Sendi geser hanya memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Pada sendi geser, ujung tulang satu menggeser ujung tulang lain.
  • Sendi Pelana. Sendi pelana memungkinkan gerakan kedua arah seperti yang terjadi pada gerakan ibu jari tangan. Gerakan yang terjadi mirip seperti pelana kuda ketika berlari. Sendi pelana juga terdapat pada tulang pertama pergelangan tangan.
Penyakit yang Dapat Merusak Rangka Tubuh
Penyakit yang biasa merusak rangka tubuh manusia antara lain:
  1. Penyakit Polio. Polio dapat menyerang tubuh terutama bagian tulang kaki. Penyakit polio dapat mengakibatkan kelumpuhan. Penyakit ini biasanya diderita saat masih anak-anak. Penyakit polio disebabkan oleh virus. Pemberian vaksin polio dapat mencegah penyakit polio. Vaksin diberikan saat anak masih di bawah lima tahun.
  2. Penyakit Rakhitis. Rakhitis terjadi karena tubuh kita kekurangan vitamin D. Kelainan bentuk kaki menyerupai huruf X atau O disebabkan kurangnya vitamin D dan cahaya matahari. Penyakit ini menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tulang. Tulang kaki pun menjadi lemah. Melemahnya tulang mengakibatkan kaki tidak dapat menahan berat tubuh. Akibatnya, kaki berbentuk X atau O.
  3. Penyakit Osteoporosis. Osteoporosis terjadi karena tulang kita rapuh. Tulang dapat menjadi rapuh karena berbagai hal. Misalnya, kekurangan kalsium dan faktor usia. Penderita penyakit ini merasakan nyeri ketika tulangnya digerakkan. Jika dibiarkan dapat menyebabkan kelumpuhan.
Cara Perawatan Rangka Tubuh

Badan kita bisa dibungkukkan dan bisa diluruskan karena tulang kita dihubungkan oleh sendi-sendi. Tubuh yang tegap dan kuat akan tampak gagah. Kebiasaan-kebiasaan tertentu dapat mempengaruhi struktur rangka tubuh. Sikap tubuh yang salah dapat menyebabkan gangguan atau kelainan tulang belakang. Kelainan tulang belakang dapat dibedakan menjadi tiga macam. Kelainan tersebut, yaitu kifosis, lordosis, dan skoliosis.
  1. Kifosis, yaitu tulang belakang terlalu bengkok ke belakang. Kifosis disebabkan karena kita sering membungkuk.
  2. Lordosis, yaitu tulang belakang membengkok ke depan. Lordosis disebabkan sikap duduk yang terlalu condong ke depan.
  3. Skoliosis, yaitu tulang belakang membengkok ke kiri atau kanan. Skoliosis disebabkan karena sikap duduk yang miring.
Kebiasaan sikap duduk dapat memengaruhi perkembangan tulang. Sikap duduk yang salah dapat merusak rangka tubuh. Kita harus membiasakan sikap duduk yang benar. Hal-hal di bawah ini juga perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan rangka:
  1. Meminum susu karena banyak mengandung kalsium.
  2. Memakan makanan yang bergizi, terutama yang mengandung vitamin D.
  3. Membiasakan sikap tubuh yang benar, baik duduk maupun berdiri.
  4. Jangan sering membawa beban yang terlalu berat.
  5. Memperoleh cahaya matahari yang cukup untuk membentuk vitamin D. 

Rangka Tubuh Manusia


Tulan-tulang yang menyusun tubuh manusia dapat dibedakan menjadi tulang tengkorak, tulang badan & tulang anggota gerak, yang terdiri atas tulang dengan berbagai bentuk & ukuran. Otot mempunyai kemampuan untuk berkerut (kontraksi) sehingga dpt menggerakkan tulang.


Macam-macam bentuk tulang
Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi 3, yaitu:
a. Tulang pipa: tulang lengan, paha, tungkai & ruas-ruas tulang jari.
b. Tulang pipih: tulang rusuk, dada, belikat, panggul, & dahi.
c. Tulang pendek: tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan, telapak kaki, & ruas-ruas tulang belakang.

Macam-macam tulang berdasarkan penyusun tulang
a. Tulang rawan: terdiri atas sel-sel tulang rawan/kondrosit & matriks tulang, bingkas & lentur, sedikit zat kapur.
b. Tulang sejati: terdiri atas sel-sel tulang keras (osteosit) & matriks tulang yg tersusun kolagen& zat kapur sehingga bersifat keras.

Hubungan antar tulang (artikulasi)
a. Diarthrosis, jika memungkinkan terjadinya gerakan leluasa (sendi: peluru, engsel, pelana, putar)
b. Amfiarthrosis, jika gerakan yg terjadi sangat terbatas
c. Sinarthrosis, jika antara 2 tulang yg dihubungkan tdk ada gerak. Dibedakan atas: Sinkondrosis & Sinfibrosis.

Fungsi rangka manusia
- memberi bentuk tubuh
- pelindung bagian-bagian tubuh yg lunak
- menegakkan tubuh
- tempat pembentukkan sel-sel darah
- melekatnya otot

Proses penulangan/osifikasi
Tulang rawan pada embrio banyak mengandung osteoblast, osteoblast membentuk osteosit yg menyusun sistem havers. Di tengah sistem havers tempat saraf & pembuluh darah. Pada tulang pipa, tempat yg terus mengalami pemanjangan adalah bagian cakra epifise (daerah antara epifise dg diafise)

Hubungan Antartulang ( Artikulasi / Persendian )

Hubungan Antartulang ( Artikulasi / Persendian ) - Antartulang dalam tubuh berhubungan satu dengan yang lain agar dapat melakukan fungsinya dengan baik. Hubungan antartulang itu disebut persendian (artikulasi).

Berdasarkan keleluasaan gerakan yang dihasilkan, ada tiga jenis persendian, yaitu sinartrosis, sinfibrosis, dan diartrosis.




a. Sinartrosis
Sinartosis adalah persendian yang tidak dapat digerakkan. Ada dua tipe utama sinartrosis, yaitu suture dan sinkondrosis. Suture atau sinostosis adalah hubungan antartulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, contohnya pada tengkorak. Sinkondrosis adalah persendian oleh tulang rawan (kartilago) hialin, contohnya hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa.


b. Amfiartrosis atau Sinfibrosis
Amfiartrosis atau Sinfibrosis adalah persendian yang dihubungkan oleh tulang rawan (kartilago), jaringan ikat serabut, dan ligamen sehingga memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Contohnya sendi antara tulang betis dan tulang kering.

c. Diartrosis
Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan gerakan tulang-tulang secara leluasa. Misalnya sendi engsel pada lutut dan siku serta sendi peluru pada pangkal paha dan lengan atas. Ujung tulang yang membentuk persendian (diartrosis) bersifat khas, yaitu berbentuk bonggol, sedangkan ujung yang lain membentuk lekukan yang sesuai ukuran bonggol. Setiap permukaan sendi dilapisi dengan tulang rawan hialin dan dibungkus dengan selaput sinovial yang membentuk minyak sinovial. Minyak sinovial atau minyak sendi ini berfungsi untuk melicinkan gerakan.

Diartrosis meliputi beberapa macam persendian. Berdasarkan arah gerak yang ditimbulkannya, diartrosis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dan macam sendi yang dijelaskan sebagai berikut.


Macam Macam Jenis Sendi

1. Sendi Engsel
Sendi engsel adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah. Contohnya, Persendian pada tulang siku dan lutut.

Gambar Sendi Engsel


2. Sendi Pelana
Sendi pelana adalah persendian yang memungkinkan gerakan ke dua arah. Contohnya, Persendian pada hubungan antara tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.

Gambar Sendi Pelana


3. Sendi Putar
Sendi putar adalah persendian tulang yang satu mengitari tulang yang lain sehingga menimbulkan gerak rotasi. Contohnya, Tengkorak dengan tulang atlas dan radius dengan ulna.

Gambar Sendi Putar


4. Sendi Geser
Sendi geser adalah persendian yang gerakannya hanya menggeser, kedua ujung agak rata dan tidak berporos. Sendi geser disebut juga sendi kepat atau sendi avoid. Contohnya, Persendian pada hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.



5. Sendi Luncur
Sendi luncur adalah persendian tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan badan melengkung ke depan, ke belakang atau memutar. Contohnya, Skapula dengan klavikula dan karpal dengan metakarpal.

 Gambar Sendi Luncur

6. Sendi Peluru
Sendi peluru adalah persendian tulang yang gerakannya paling bebas di antara persendian yang lain, yaitu dapat bergerak ke segala arah. Contohnya, Tulang lengan atas dengan gelang bahu dan tulang paha dengan gelang panggul.

Gambar Sendi Peluru


7. Sendi Elipsoid / Kondiloid
Mirip dengan sendi peluru, hanya saja sendi elipsoid memiliki bonggol dan ujung-ujung tulangnya tidak membulat, tetapi sedikit oval. Oleh karena itu, gerakan yang dihasilkan lebih terbatas dibandingkan dengan sendi peluru. Contohnya, hubungan antara tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan

Gambar Sendi Elipsoid

enis persendian pertama adalah sendi Fibrosa (tidak bergerak) yakni direkatkan secara kuat oleh lapisan tipis pada jaringan pengikat yang memungkinkan terjadinya sedikit pergerakan, contohnya tulang tenggorokan. Jenis yang kedua adalah sendi Kartilagenosa yaitu sendi yang dihubungkan secara keseluruhan oleh tulang rawan, yang memungkinkan sedikit lebih banyak pergerakan diantara tulang, contohnya tulang belakang punggung. Ketiga, sendi Sinovial yakni jenis sendi yang paling umum dan dapat digerakkan. Mengandung tulang rawan dalam kadar yang tinggi serta kapsul cairan pelumas pada ruang sendi, contohnya pergelangan tangan, alis mata, pinggul dan lutut.

Glukosamin ditemukan secara alami dalam tubuh. Glukosamin merupakan senyawa pembangun penting untuk beberapa polisakarida dalam tubuh. Glukosamin merupakan wujud dari gula amino yang bertautan secara bersamaan dalam rangkaian untuk membentuk bagian dari struktur matriks pada jaringan tulang rawan dan cairan pelumas sendi.

Glukosamin ialah molekul kecil dan kerena itu dapat diserap secara mudah. Glukosamin juga diambil secara istimewa oleh tulang rawan dan struktur sendi lainnya. Glukosamin tidak ditemukan dalam jumlah yang signifikan di dalam makanan dan harus disintesa oleh tubuh. Kemampuan mensintesa glukosamin akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan ini dapat menimbulakan penyakit Degeneratif.

Glukosamin merupakan senyawa pembangun penting untuk sendi tulang rawan yang berperan sebagai bantalan pada ujung tulang, mencegah tulang dari keretakan saat mereka bergerak. Asupan Glukosamin dibutuhkan terutama pada saat tubuh membutuhkannya dalam jumlah banyak padahal produksinya telah berkurang seiring dengan pertambahan usia. Pola hidup yang aktif, olahraga yang cukup keras serta pertambahan usia dapat mengakibatkan kerusakan tulang rawan pada sendi yang bersangkutan. Hal ini lambat laun akan menimbulkan ketidaknyamanan dan pada akhirnya mengakibatkan Osteoarthritis (OA).
      
Cara menjaga tulang sendi menurut Dr. dr. Joewono Soeroso, Sp. PD-KR, M.Sc Internist-Rhematologist-Clinical Epidemiologist RSU Dr. Soetomo Surabaya agar tetap sehat yang perlu dilakukan adalah :

1.     Hindari pengunaaan dan penekanan berlebihan pada sendi, serta penggunaan yang tidak sesuai.
2.     Menjaga berat badan ideal.
3.     Hindari merokok.
4.     Olahraga secara teratur.
5.     Diet seimbang, dengan memperhatikan makanan yang menyehatkan tulang.
6.     Konsumsi kalsium dan vitamin D, Vitamin dan mineral, protein, air untuk mencegah dehidrasi, makanan yang mengandung glukosamin juga dapat mendukung pembentukan tulang rawan. (Ima)  
Jenis dan Fungsi Tulang

Menurut jenisnya tulang pada manusia dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Tulang Rawan
Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan, ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur, bersifat lentur.
Tulang rawan banyak terdapat pada tulang anak kecil dan pada orang dewasa banyak terdapat pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, antara ruas-ruas tulang belakang.
Mengapa bila anak-anak mengalami patah tulang, cepat menyambung kembali ? Hal ini dikarenakan pada anak-anak masih banyak memiliki tulang rawan, sehingga bila patah mudah menyambung kembali.
Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras, disebut osifikasi.
Gb. Tulang rusuk
b. Tulang Keras
Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas)ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, bersifat keras.
Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsium karbonat ( CaCO3 )dan kalsium fosfat ( Ca(PO4)2) yang diperoleh atau dibawa oleh darah.
Dalam tulang keras terdapat saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang.
Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem rangka.
Contoh tulang keras :
- tulang paha
- tulang lengan
- tulang betis
- tulang selangka

Bentuk Tulang
Menurut bentuknya tulang terbagi 3 macam, yaitu :
1. Tulang pipa
Bentuknya bulat, panjang dan tengahnya berongga
Contohnya :
- tulang paha
- tulang lengan atas
- tulang jari tangan
Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah
2. Tulang pipih
Bentuknya pipih ( gepeng )
Contohnya :
- tulang belikat
- tulang dada
- tulang rusuk
Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih
3. Tulang pendek
Bentuknya pendek dan bulat
Contohnya :
- ruas-ruas tulang belakang
- tulang pergelangan tangan
- tulang pergelangan kaki
Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih

Persendian
Pada kerangka tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang yang saling berhubungan. Hubungan antar tulang disebut sendi atau artikulasi. Pada sistem gerak manusia, persendian mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak.
Menurut sifat gerakannya persendian (sendi) dapat dibedakan menjadi tiga ( 3 macam) yaitu :
1. Sendi Mati
yaitu persendian yang tidak memiliki celah sendi sehingga tidak memungkinkan terjadinya pergerak kan, misalnya persendian antar tulang tengkorak.

2. Sendi Kaku
yaitu persendian yang terdiri dari ujung-ujung tulang rawan, sehingga masih memungkinkan terjadinya gerak yang sifatnya kaku, misalnya persendian antara ruas- ruas tulang sendi kaku

3. Sendi Gerak
yaitu persendian yang terjadi pada tulang satu dengan tulang yang lain tidak dihubungkan dengan jaringan sehingga terjadi gerakan yang bebas.
Sedangkan sendi gerak dapat dibedakan menjadi 6 macam, tetapi pada saat ini hanya akan dibahas 4 macam sendi, diantaranya :
a. Sendi Engsel
yaitu persendian yang dapat digerakan kesatu arah.
Contohnya :
- persendian antara tulang paha dengan tulang betis
- persendian antara tulang lengan dengan tulang hasta
b. Sendi Putar
yaitu persendian yang dapat digerakan secara berputar
Contohnya :
- persendian antara tulang leher dengan tulang atlas
- persendian antara hasta dengan tulang pengumpil

c. Sendi Peluru
yaitu persendian yang dapat digerakan kesegala arah
Contohnya :
- persendian antara gelang bahu dengan tulang lengan atas
- persendian antara gelang panggul dengan tulang paha
d. Sendi Pelana
yaitu persendian yang dapat digerakan kedua arah
Contohnya :
- persendian pada ibu jari tangan
- persendian antara tulang pergelangan tangan dengan Tulang tapak tangan
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar